Translate Sunda-Indonesia | Mengeksplor Tatar Priangan Nan Syahdu

Posted by Moch Andike Arifin Ilham

Translate Sunda Indonesia | Mengeksplorasi Tatar Priangan Nan Syahdu — Sunda merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia. Suku Sunda mayoritas mendiami wilayah pulau Jawa bagian barat. Nama Sunda sendiri apabila dilihat dari sejarahnya memiliki banyak versi. Ada sejarah yang mengatakan bahwa nama itu diambil dari bahasa Sansekerta sund atau sundsha yang berarti terang, bersih, berkilau. Ada pula yang menyebutkan bahwa nama Sunda berasal dari nama ibukota kerajaan Tarumanegara, Sundapura.

 

Suku Sunda merupakan suku terbanyak kedua setelah suku Jawa di Indonesia. Mayoritas suku Sunda menempati wilayah Jawa Barat dan juga Banten. Meskipun tidak sebanyak suku Jawa, peran dari suku Sunda cukup mendominasi terutama untuk wilayah pulau Jawa. Menurut sejarah, suku Jawa dan suku Sunda pernah memiliki kisah yang kelam terkait perebutan wilayah kerajaan Negeri Sunda dan kerajaan Majapahit yang ingin melakukan ekspansi ke seluruh nusantara. Hingga kini, dampak yang dirasakan oleh kedua suku tersebut masih terasa.

 

Sebagai contoh, ada mitos yang berkembang di masyarakat Indonesia bahwa lelaki Sunda tidak boleh menikah dengan perempuan Jawa. Adanya konflik berkepanjangan ini menyebabkan banyak dari suku Sunda yang tidak mau disamakan kebudayaannya dengan suku Jawa, meskipun pada kenyataannya mereka hidup di satu hamparan pulau yang sama. Faktor lainnya adalah adanya perbedaan arti dari beberapa kosakata bahasa Sunda dan Jawa. Beberapa kosakata memiliki kemiripan bahkan dari cara penulisan. Namun, keduanya memiliki perbedaan arti yang sangat jauh.

 

Wilayah Sunda atau biasa dikenal sebagai Tatar Priangan atau Tatar Sunda memiliki sejumlah keindahan topografi yang memanjakan mata. Tatar dalam bahasa Indonesia berarti wilayah. Wilayah Tatar Priangan sangat didominasi oleh pegunungan terjal. Wilayah Tatar Priangan meliputi Bogor, Depok, Bekasi, Purwakarta, Subang, Karawang, Cirebon Raya (Cirebon, Sumedang, Indramayu, dan Kuningan), Parahyangan Barat (Cianjur dan Sukabumi), Parahyangan Tengah (Bandung Barat, Kota Bandung, dan Cimahi), serta Parahyangan Timur (Tasikmalaya, Banjar, Garut, Ciamis, dan Pangandaran).

 

Tertarik Mempelajari Gender Bahasa Jerman? Ulas Lebih Dalam Di: Translate Jerman-Indonesia | Telisik Gramatikal Bergender Bahasa Jerman

 

Ragam Dialek Bahasa Sunda

Bahasa Sunda merupakan bahasa terbesar kedua yang paling banyak dituturkan di Indonesia dan berada di urutan ke-41 sebagai salah satu bahasa dengan penutur terbanyak di dunia. Bahasa Sunda merupakan cabang bahasa Melayu-Polinesia yang masih satu rumpun dengan bahasa Austronesia. Bahasa Sunda memiliki beberapa dialek yang dituturkan di beragam daerah di Jawa Barat. Berikut beberapa dialek yang ada dalam bahasa Sunda:

 

  1. Dialek Banten

Sesuai dengan namanya, dialek Banten merupakan dialek bahasa Sunda yang dituturkan oleh masyarakat Sunda di Provinsi Banten, terutama di daerah Lebak dan Pandeglang. Dialek Banten memiliki ciri pelafalan yang lebih keras dan memiliki banyak kosakata yang cukup berbeda dengan bahasa Sunda Priangan. Sebagai contoh kalimat bahasa Sunda dialek Banten adalah, “Aing rék indit ka pasar." sedangkan dialek Priangan, “Abi rék angkat ka pasar." yang sama-sama memiliki arti “Saya mau pergi ke pasar”.

 

  1. Dialek Priangan

Merupakan dialek bahasa Sunda yang paling umum digunakan menjadi standar bahas Sunda. Dialek Priangan banyak digunakan di wilayah Bandung, Garut, dan Tasikmalaya. Ciri khas dialek Priangan adalah pelafalannya yang lebih halus. Sebagai contoh kalimat bahasa Sunda dialek Priangan adalah, “Kumaha damang?” yang artinya “Apa kabar?” serta “Abdi hoyong kopi” yang artinya “Saya ingin kopi.”

 

  1. Dialek Cirebon/Dermayon

Adalah dialek yang digunakan di wilayah Cirebon dan Indramayu. Salah satu keunikan dari dialek ini adalah karena wilayahnya yang berbatasan dengan penutur bahasa Jawa di Brebes, Jawa Tengah, bahasa Sunda dialek Cirebon dipengaruhi oleh bahasa Jawa.

 

  1. Dialek Bogor

Dialek bahasa Sunda yang digunakan di wilayah Bogor dan sekitarnya ini memiliki ciri khas berupa pelafalan dan struktur bahasa yang cenderung lebih sederhana dan sering berbeda dengan dialek Priangan. Sebagai contoh bahasa Sunda dialek Bogor adalah, “Ayeuna rek di mana?” sedangkan dialek Sunda Priangan menggunakan, “Ayeuna bade kamana?” yang sama-sama memiliki arti “Sekarang mau kemana?”

 

  1. Dialek Ciamis/Banyumas

Dialek ini banyak digunakan di wilayah Ciamis, Pangandaran, dan sekitarnya. Dialek ini terkadang dipengaruhi oleh bahasa Jawa, terutama di daerah yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Sebagai contoh kalimat dengan dialek Ciamis adalah, “Engké urang panggih di ditu." sedangkan dialek Priangan, “Isuk urang patepang di dinya." yang artinya “Besok kita bertemu di sana.”

 

  1. Dialek Kuningan

Dialek ini banyak digunakan di daerah Kuningan. Kosakata yang digunakan di dialek ini sedikit berbeda dengan dialek Priangan meskipun wilayahnya dekat dengan penutur Priangan. Contoh kalimat dialek Kuningan adalah, “Enggal atuh, geura ulin ka lembur.” sementara dialek Priangan menggunakan, “Gancang atuh, geura ulin ka kampung.” yang berarti “Cepat, dong, ayo main ke kampung.”

 

  1. Dialek Tasikmalaya

Dialek terakhir dari bahasa Sunda adalah dialek Tasikmalaya. Dialek Tasikmalaya biasanya terdengar lebih cepat dalam melafalkan kosakata dibandingkan dialek Priangan. Contoh kalimat dialek Priangan adalah, “Kamari abdi teu aya di bumi.” sedangkan dialek Priangan menggunakan, “Kamari abdi teu aya di imah.” yang artinya “Kemarin saya tidak ada di rumah.”

 

Meskipun bahasa Sunda memiliki berbagai dialek yang mencerminkan keragaman budaya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, para penutur dari berbagai daerah umumnya masih bisa saling memahami.

 

Perbedaan Bahasa Bisa Bikin Salah Paham?

Satu  kendala yang  umum dihadapi adalah oleh orang-orang adalah adanya perbedaan bahasa antara satu sama lain. Meskipun masih ada beberapa kosakata bahasa Sunda yang mirip dengan bahasa daerah lainnya, tetap saja bisa menimbulkan permasalahan yang berujung pertengkaran. Kemampuan berbahasa asing menjadi nilai tambah apabila kalian ingin memahami suatu budaya lokal lainnya di Indonesia. Namun, perbedaan ini bukanlah suatu penghalang di era modern seperti saat ini.

 

Di era gempuran teknologi dan globalisasi ini semakin memudahkan orang-orang untuk melakukan pertukaran bahasa. Tak lepas dari era globalisasi, kini jasa translate bahasa Sunda-Indonesia hadir untuk membuka lebih banyak pengetahuan. Jasa penerjemah bertugas sebagai pengalih bahasa sumber ke bahasa target. Layanan penerjemahan bisa berupa dokumen tertulis, suara ataupun layanan takarir.

 

Hilangkan Tembok Bahasa Hanya Bersama Translation Transfer

“Ala bisa karena terbiasa”, seperti itulah pepatah mengatakan. Semua hal dapat dipelajari dengan mudah kalau kita terbiasa konsisten dengan hal itu dan terus fokus menggapainya. Kalian nggak perlu bingung lagi buat yang punya kendala bahasa Sunda, kalian bisa nyerahin tugas ini ke TRANSLATION TRANSFER!

 

Buat kalian yang masih belum tahu tentang Translation Transfer, adalah lembaga layanan penerjemah tersumpah yang tepercaya. Layanan kami tidak hanya sebatas menerjemahkan bahasa satu ke bahasa lain. Namun, layanan kami juga menawarkan layanan pelokalan, layanan transkrip, layanan interpreter, layanan juru bahasa, proofreading, layanan takarir, dan juga editing.

 

Langsung saja hubungi kami untuk mendapatkan layanan KONSULTASI GRATIS! Hubungi kami di nomor (+62) 85 666 714 75 atau via e-mail di admin@translationtransfer.com 

 

Tertarik Dengan Bahasa Korea? Baca lebih lanjut: Translate Korea-Inggris | Menilik Lebih Jauh Tentang Konglish

 

We are professional & experienced language service agency