Seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih, pasti Anda sudah tidak asing lagi mendengar istilah digital marketing atau pemasaran digital. Ya, pemasaran digital merupakan sebuah upaya atau strategi untuk mempromosikan produk maupun layanan dengan memanfaatkan berbagai jenis teknologi dan jaringan digital seperti telepon seluler, media sosial, internet, atau media digital lainnya. Tujuan utama dari pemasaran digital adalah untuk menjangkau calon pelanggan secara lebih luas dan meningkatkan penjualan dengan strategi pemasaran yang lebih praktis dan efektif.
Manfaat dan Kelebihan Pemasaran Digital
1. Membidik target yang sesuai
Tool digital marketing seperti Google Ads, Google Analytic, Hootsuite, Mailchimp, Ahrefs, dan lainnya, menyediakan berbagai fitur unggulan yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang akurat tentang preferensi dan kebiasaan pengguna terkait produk dan layanan yang ditawarkan atau terkait segmen pasar tertentu dan membantu menaikkan penjualan. Sehingga pemilik bisnis dapat menargetkan audiens secara spesifik misalnya menurut gender, umur, demografi, minat, bahasa, dan detail yang lainnya. Sebagai contoh, jika pemilik bisnis menargetkan pasar pada audiens berusia 26-55 tahun di Surabaya yang memiliki minat pada bidang olahraga maka iklan hanya muncul ke audiens yang memiliki history minat, transaksi, dan pencarian sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Alhasil, pemasaran produk atau jasa menjadi lebih tepat sasaran dan efektif.
2. Menjangkau hampir seluruh pasar
Seperti yang telah diketahui, jaringan internet tidak terbatas oleh ruang dan waktu dan selalu terhubung dengan berbagai wilayah di dunia. Oleh karena itu, pemilik bisnis dapat menjangkau dan saling terhubung dengan audiens dari berbagai belahan dunia serta produk atau layanan yang ditawarkan selalu tersedia dan dapat dibeli oleh siapa, kapan, dan dimana saja.
3. Menghemat biaya
Beberapa orang mengira bahwa biaya yang diperlukan untuk melakukan pemasaran digital sangat besar daripada biaya iklan tradisional. Padahal, kenyataannya biaya pemasaran digital jauh lebih murah daripada biaya iklan tradisional. Dikutip dari laman niagahoster, berikut adalah tabel perbandingan biaya iklan tradisional dengan pemasaran digital.
Perkiraan biaya iklan tradisional
|
Jenis Iklan Tradisional |
Biaya |
|
Display koran |
Rp61ribu/mmk (milimeter perkolom) |
|
Pasang baliho/billboard |
Rp600ribu/m2 |
|
Iklan di TV nasional |
Rp14juta – Rp100juta |
Perkiraan biaya pemasaran digital
|
Jenis Pemasaran Digital |
Biaya |
|
Membuat website |
Rp26ribu – Rp2,5juta |
|
Search Engine Optimization (SEO) |
Gratis – berbayar (menyesuaikan tools yang dipakai) |
|
Search Engine Marketing (SEM) |
Mulai dari Rp4juta |
|
Email Marketing |
Rp80ribu – Rp360ribu |
|
PPC (Google Ads, Instagram Ads, TikTok Ads, dll) |
Rp10ribu – jutaan (menyesuaikan kebutuhan) |
Berdasarkan dua tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa biaya pemasaran digital jauh lebih murah bahkan gratis daripada biaya iklan tradisional. Hal ini akan membantu pemilik bisnis dalam menghemat biaya pengeluaran dan menjangkau target pasar yang sesuai.
4. Mempercepat waktu peluncuran pemasaran dan tidak memerlukan banyak tenaga kerja
Selain dapat menghemat biaya, waktu peluncuran pemasaran digital jauh lebih cepat daripada pemasaran tradisional. Dengan kecanggihan teknologi dan internet, pemasaran digital hanya memerlukan waktu harian bahkan dalam hitungan menit saja untuk memasarkan suatu produk atau layanan di berbagai saluran pemasaran. Tentu saja, hal ini berbeda dengan pemasaran tradisional yang membutuhkan waktu relatif lebih lama untuk membuat baliho, papan reklame, dan brosur serta memasang atau menyebarkannya di jalan. Disamping itu, pemasaran digital tidak memerlukan banyak tenaga kerja untuk memasarkan produk atau jasa. Pemilik bisnis hanya perlu merekrut beberapa orang saja untuk merencanakan strategi pemasaran yang matang. Kemudian menyerahkan aspek operasional kepada aplikasi, software, atau tools untuk menjalankannya.
5. Meningkatkan brand awareness
Brand awareness adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui, mengenali, dan mengingat sebuah merek dari produk dan atau jasa tertentu. Pada umumnya, sebelum orang-orang membeli suatu produk atau jasa, mereka akan mencari produk atau jasa tersebut terlebih dahulu di internet. Dalam strategi pemasaran digital, produk atau jasa lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli. Terlebih apabila produk atau jasa tersebut memiliki ulasan yang baik pada halaman ulasan maka akan meningkatkan kepercayaan calon pembeli terhadap produk atau jasa yang ditawarkan tersebut.
6. Evaluasi efektivitas strategi mudah dipantau
Setiap saluran pemasaran menyediakan fitur digital marketing metric yang digunakan sebagai alat pengukuran data. Sebagai contoh, Instagram dengan Insights, Facebook Ads dengan Tracking, dan website dengan Google Analytic. Fitur ini memberikan informasi seperti berapa banyak audiens yang menonton iklan, rata-rata durasi saat menonton, berapa banyak konversi penjualan, dan informasi-informasi lainnya. Kemudian pemilik bisnis dapat mengevaluasi terhadap kampanye iklan tersebut dan menentukan strategi yang lebih baik dan tepat untuk selanjutnya.
Jenis Pemasaran Digital
1. Content marketing
Content marketing berfokus pada pembuatan dan pendistribusian konten baik berupa audio, gambar, tulisan, maupun video untuk menarik target pasar atau pengunjung. Teknik content marketing membutuhkan kemampuan copywriting yang baik agar mampu membujuk audiens mengikuti ajakan. Proses content marketing biasanya bersamaan dengan email marketing, social media marketing, atau digital ads.
2. SEO (Search Engine Optimization)
SEO adalah strategi mengoptimasi konten agar website menempati ranking teratas di pencarian Google. Hal ini dilakukan dengan menentukan kata kunci yang relevan untuk judul, isi website, dekripsi, dan backlink yang relevan. Sehingga pengunjung lebih mudah menemukan website dan pemilik bisnis dapat menjaring banyak pengunjung.
3. SEM (Search Engine Marketing)
SEM adalah proses memasarkan sebuah situs web atau halaman web dengan memanfaatkan iklan berbayar pada mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo. Hal ini dilakukan dengan cara mengiklankan situs web atau halaman web tersebut pada hasil pencarian mesin pencari melalui program iklan seperti Google Ads atau Bing Ads.
Pengiklan dapat memilih kata kunci tertentu yang relevan dengan situs web atau halaman web mereka dan menawarkan harga tertentu untuk setiap klik pada iklan mereka. Ketika seseorang mencari kata kunci yang dipilih oleh pengiklan, iklan mereka akan muncul di bagian atas atau samping hasil pencarian organik mesin pencari.
4. SMM (Social Media Marketing)
Platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Tiktok, YouTube, Twitter, dan yang lainnya ditambah dengan pengguna aktif yang semakin banyak memiliki dampak yang besar terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan memanfaatkan platform media sosial tersebut, pemilik bisnis dapat memulai percakapan, mendengar keluhan, dan berbagi informasi dengan konsumen. Alhasil, pemilik bisnis dan konsumen memiliki hubungan yang harmonis.
5. Email marketing
Email marketing merupakan strategi pemasaran yang melibatkan pengiriman pesan email kepada daftar pelanggan atau prospek dengan tujuan mempromosikan produk atau layanan, membangun hubungan dengan pelanggan, atau meningkatkan kesadaran merek.
Email marketing dapat dilakukan melalui email newsletter, email promosi, email penjualan, atau email konfirmasi transaksi. Tujuan dari email marketing adalah untuk membangun dan mempertahankan hubungan pelanggan dengan memberikan nilai tambah dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Untuk melakukan email marketing yang efektif, perlu memperhatikan beberapa faktor seperti mengumpulkan dan mempertahankan daftar email yang sah dan berkualitas, mengirim pesan yang relevan dan menarik, mengoptimalkan desain email agar mudah dibaca dan menarik perhatian, dan mengukur efektivitas kampanye email dengan menggunakan alat analisis data.
6. Video marketing
Video marketing yaitu strategi pemasaran yang melibatkan penggunaan video untuk mempromosikan produk atau layanan. Video marketing dapat dilakukan melalui berbagai platform, seperti YouTube, Instagram, Facebook, atau situs web.
Keuntungan dari video marketing adalah dapat memberikan pengalaman visual yang lebih menarik dan terlibat dengan audiens, serta memungkinkan merek untuk menunjukkan produk atau layanan mereka dalam tindakan. Video juga dapat membantu meningkatkan kesadaran merek atau produk, membangun koneksi emosional dengan audiens, serta memperkuat kredibilitas merek atau produk dengan memberikan informasi yang lebih mendalam.
Video marketing juga dapat membantu meningkatkan pengaruh merek atau produk di mesin pencari dengan memperbaiki optimasi SEO dan meningkatkan waktu kunjungan situs web. Selain itu, video juga dapat membantu merek untuk mengumpulkan wawasan tentang preferensi dan perilaku pelanggan untuk membantu mengoptimalkan strategi pemasaran.
7. Affiliate marketing
Affiliate marketing adalah proses mempromosikan produk atau layanan orang lain dan menerima komisi atas setiap penjualan atau tindakan yang dihasilkan dari promosi tersebut. Para affiliate (afiliasi) mempromosikan produk atau layanan melalui tautan unik yang mengarahkan calon pembeli ke situs web produk atau layanan tersebut. Jika calon pembeli melakukan tindakan seperti membeli produk atau mendaftar untuk layanan, afiliasi akan menerima komisi.
8. Influencer marketing
Influencer marketing ialah strategi pemasaran yang melibatkan penggunaan orang-orang yang memiliki pengaruh atau kepopuleran di media sosial atau industri tertentu untuk mempromosikan produk atau layanan. Orang-orang tersebut disebut sebagai influencer.
Influencer marketing dapat dilakukan melalui berbagai platform media sosial, seperti Instagram, YouTube, TikTok, atau blog. Para influencer dapat menghasilkan konten kreatif dan menarik yang menghubungkan merek atau produk dengan pengikut mereka.
Keuntungan dari influencer marketing adalah dapat mencapai audiens yang relevan dan lebih terlibat dengan merek atau produk. Influencer dapat memberikan rekomendasi yang meyakinkan dan membantu membangun kesadaran merek atau produk, serta dapat meningkatkan kredibilitas merek atau produk melalui asosiasi dengan influencer yang dihormati oleh audiens mereka. Selain itu, influencer marketing juga dapat membantu merek untuk memperoleh wawasan tentang perilaku dan preferensi pelanggan.
9. PPC (Pay Per Click)
PPC (Pay-per-click) yakni jenis iklan digital di mana pengiklan membayar setiap kali iklan mereka diklik oleh pengguna. Iklan PPC biasanya muncul di atas atau di bawah hasil pencarian organik pada mesin pencari seperti Google atau Bing, atau di situs web lain yang menyediakan iklan PPC.
Pengiklan dapat menargetkan iklan mereka pada kata kunci tertentu, lokasi geografis, atau perilaku pengguna. Biaya per klik ditentukan oleh persaingan pada kata kunci yang dipilih oleh pengiklan, serta relevansi dan kualitas iklan yang ditampilkan.
Keuntungan dari PPC adalah pengiklan dapat menargetkan audiens yang spesifik dan memperoleh hasil yang cepat, serta mengontrol biaya iklan. Namun, biaya iklan dapat meningkat dengan cepat jika tidak dikelola dengan baik, dan persaingan pada kata kunci yang populer dapat membuat biaya iklan menjadi mahal.
Agar berhasil dengan PPC, perlu dilakukan riset kata kunci yang baik, menargetkan iklan dengan tepat, membuat iklan yang menarik dan relevan, serta mengoptimalkan tata letak dan pengalaman pengguna pada halaman landingetPage. Selain itu, pengiklan juga harus terus memantau dan mengukur kinerja kampanye mereka untuk memaksimalkan ROI dan memperbaiki kampanye yang tidak berhasil.
10. Chatbot Marketing
Chatbot marketing merupakan strategi pemasaran yang melibatkan penggunaan chatbot, yaitu program komputer yang dirancang untuk meniru percakapan manusia, untuk berinteraksi dengan pelanggan dan prospek secara otomatis. Chatbot dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi perpesanan seperti Facebook Messenger, WhatsApp, atau situs web untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan meningkatkan interaksi pelanggan dengan merek atau produk.
Chatbot dapat membantu pelanggan dalam berbagai hal, seperti memberikan informasi tentang produk atau layanan, menjawab pertanyaan umum, membantu proses pemesanan atau pembayaran, serta memberikan dukungan pelanggan 24 jam/7 hari.
Pemasaran digital menjadi strategi pemasaran yang paling ampuh dan diminati oleh banyak orang terutama pemilik bisnis dibandingkan dengan pemasaran tradisional. Strategi ini mampu menjangkau pasar yang lebih luas, tertarget, menghemat biaya, waktu, dan tenaga, menciptakan brand awareness, serta dapat mengevaluasi efektivitas strategi. Kecanggihan teknologi dan meningkatnya jumlah pengguna media sosial sangat mendukung pemasaran digital.
Disamping itu, ada satu hal yang perlu diketahui. Apabila pemilik bisnis ingin menjangkau target pasar yang lebih luas lagi, misalnya hingga ke luar negeri, maka sepatutnya iklan yang dibuat menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh audiens asing, salah satunya adalah bahasa Inggris. Dengan menggunakan bahasa Inggris, audiens dapat lebih mudah memahami dan menemukan produk dan atau jasa yang ditawarkan sehingga berpotensi untuk meningkatkan pendapatan. Tentu saja, kaidah bahasa Inggris harus selalu dipatuhi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyampaikan makna.
Butuh jasa penerjemah iklan yang profesional agar bisnis makin mendunia? Yuk, #TransferinAja!
0856 6671 475